BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Senin, 09 April 2012

Masih Ingatkah Kamu ?

hai, kamu lelaki pemalu yang datang di bulan Mei 2007,

Masih ingatkah kamu bagaimana kamu berteriak sayang di senja kala itu ? masih ingatkah kamu bagaimana pemalunya kamu hanya untuk berusaha mengucap kata cinta saat itu ?. Ternyata itu sudah 5 tahun silam ya, tetapi sungguh hebatnya dirimu bahwa cerita itu tak pernah menjadi potongan-potongan di hatimu. Entah bagaimana caranya kamu menjaga setiap jengkal dari cerita kita, hingga tak pernah terlupa secuil pun olehmu. 

hai, kamu lelaki tampan yang tak punya bulu kaki

Masih ingatkah kamu betapa kagetnya aku ketika melihatmu wudhu dan kakimu sama sekali tak berbulu ? oh, sungguh, itu lebih bagus dari kakiku tampan. Bagaimana bisa disebut lelaki ketika dia tak punya bulu kaki ?,maaf, itu hanya pemikiran tolol yang sekilas terlintas di otakku kala itu. Kamu benar-benar lelaki, kamu kekasih pertama yang menjadi imam dalam sholatku, bahkan kamu yang mengajariku saat aku salah menempatkan diriku sebagai makmummu. Bukankah itu benar ?

hai, kamu lelaki pendengar ceritaku

Masih ingatkah kamu bagaimana aku bercerita tanpa henti ? ah, mengapa kamu tak pernah berkata bosan mendengar cerita-ceritaku ? Atau aku yang terlalu memaksamu mendengarkan cerita-ceritaku ? maaf, sungguh bodohnya aku, mengapa aku tak pernah berfikir bahwa kamu bisa bosan dengan semua cerita-ceritaku yang sering kuulang.

hai, kamu lelaki yang tak pernah membentakku

Masih ingatkah kamu bagaimana aku yang suka diperhatikan lelaki-lelaki lain saat itu ? masih ingatkah kamu bagaimana aku yang sibuk memainkan hand phone ku saat bersamamu hanya untuk laki-laki lain ? bahkan, masih ingatkah kamu bahwa aku pernah tiga kali meninggalkanmu hanya untuk laki-laki lain ?. Aku menyadari, aku adalah terdakwa dalam tangismu saat itu. Dan masih menganga kenangan itu,tanpa membentakku, kamu memilih berhenti menjadi aktor dalam cerita hidupku, namun pedulimu tak pernah berhenti. Masih ingatkah kamu yang sangat mengkhawatirkanku saat aku kecelakaan ?

hai, kamu lelaki penyabar yang mencintai wanita pemarah

Masih ingatkah kamu aku sering mengucap kata putus saat kamu meninggalkanku tidur ? masih ingatkah kamu bagaimana marahnya aku saat kamu memboncengkan wanita lain hanya dalam jarak beberapa meter ? masih ingatkah kamu bagaimana marahnya aku ketika kamu mulai mengusik masalah pakaianku ? bahkan, masih ingatkah kamu betapa marahnya aku karena kamu terlalu penyabar ?. Aku tak mengerti, bahkan sampai saat ini, mengapa kamu mencintai wanita pemarah sepertiku ?

hai, kamu lelaki pecinta wanita pelupa

Masih ingatkah kamu, kamu sering bertanya padaku "kamu masih ingat kan kita dulu , bla..bla..bla .. ?" dan dengan santai aku jawab "enggak, emang iya ?" . Maaf hingga memaksamu mencintai wanita pelupa sepertiku, hingga banyak yang kulupa tentang cerita-cerita kita. Bagaimana jika kamu menuliskan semua tentang kita beberapa tahun silam ? supaya aku bisa membacanya setiap hari, kupastikan aku tak akan lupa lagi.

hai, kamu lelaki masa laluku, masa sekarang, dan masa depanku

Masih ingatkah berapa kali kita dipisahkan? itu semua murni ketololanku, mungkin setan sedang mengeroyokku saat itu, hingga aku memilih berkali-kali menjadikanmu masa laluku. Tapi lihat, sekarang aku telah kembali bukan ? meskipun dengan kondisi yang sangat berbeda, tapi maaf, tetap pemarah seperti dulu. Dan masihkah kamu ingin berdebat denganku umur berapa kita akan menikah? bukankah aku ingin menikah saat aku berumur 25 tahun ? tapi selalu saja itu kamu anggap terlalu tua, bagaimana kalau 23 tahun ? setuju ?. Tapi untuk kali ini, kita harus sejalan, kita akan punya anak tiga kan ? bagaimana kalau dua anak cowok? ah, betapa tak ada lelahnya setiap cerita denganmu tentang bagaimana masa depan kita.

Kutuliskan sebagian tentang istimewanya dirimu kekasihku, tetapi pasti ada yang aku lupa, tolong ingatkan aku lagi, mungkin aku belum bisa membuka semua mataku, bahwa aku memiliki lelaki seistimewa dirimu.
Terimakasih, kekasihku yang sabar, kekasih yang malu hanya untuk memegang tanganku, kekasih yang tak tahu bagaimana cara menciumku, kekasih yang tak pernah berusaha melihat wanita lain, selain diriku.

"Terimakasih buat semuanya A.Muda Salendra, Aku mencintaimu"

Minggu, 01 April 2012

Selamat datang April yang penuh dengan tangisan !

Selamat datang april !
sepertinya aku menerawang hingga tak ada ujungnya, semampuku aku tahan tetesan-tetesan ini, namun tak berhasil, lelah...
Bagaimana permainan hati bisa menghancurkan semuanya ? otak tak sanggup berjalan sesuai tugasnya, seakan semuanya hanya tertumpu pada hatiku yang sudah teramat lelah. Kenangan-kenangan itu satu persatu muncul yang sudah sekuat tenaga, semuanya aku lakukan demi menghapus kenangan-kenangan itu. 

Pada akhirnya aku hanya mampu tertunduk, mencoba lagi untuk menghitung, semuanya sudah terjadi bahkan hampir 360 hari. Semestinya aku tak perlu mencampur adukkan bagaimana yang lalu dan sekarang. namun bagaimana bisa, ketika aku sudah bermimpi april tahun ini lebih indah dan ternyata tidak berjalan dengan semestinya ?

Secara sepihak, aku merindukan nyanyian selamat ulang tahun itu, merindukan mawar-mawar putih itu, merindukan cara dia memakaikan kalung ini, merindukan caranya tersenyum saat itu, merindukan teriakan dia di tengah jalan saat memintaku menjadi kekasihnya, merindukan teriakan-teriakan konyol berdua di sepanjang jalan, bahkan aku merindukan saat dia marah. Kau tau betapa ganasnya semua itu dalam hidupku hingga aku tak bisa menerima april tahun ini ? aku berusaha lupa dengan tanggal itu, dan sekarang aku menyadari bahwa tahun ini tak ada yang lebih indah. 

Tak pantas memang, namun saat ini  hatiku tak bisa  menjadi hakim yang bijaksana,maafkan aku kekasihku, aku hanya butuh waktu untuk menerima, akan kuusahakan menghapusnya lagi secepat yang aku bisa, hingga aku buta dengan bayangnya, hingga aku tak bisa lagi mengeja namanya. Akan kubuat hariku indah olehku sendiri, mungkin dengan membawa kue sendiri? mungkin dengan bernyanyi selamat ulang tahun sendiri ?

Minggu, 11 Maret 2012

Bisikan Rindu

" Ketika rindu hanya berbisik melalui kata "

Sepi menggelayut manja di setiap aku mulai membuka mata, hanya satu yang kuinginkan, ' aku ingin melihat senyum manismu hari ini '. Mulai kusadari lagi,bahwa aku sedang berkhayal, dan kucari hand phone ku yang tergeletak tak jauh dari dimana aku tertidur, inilah setiap harinya, pengganti senyum manismu, '"selamat pagi sayang :* " kubaca berkali-kali, manis :)

Namun, saat itu, rasanya aku mulai muak, ketika aku hanya sanggup menangis membayangkanmu ada disini, seperti pasangan-pasangan yang lain, yang bisa makan malam bersama kekasihnya setiap minggunya, bahkan setiap harinya, bisa memberikan bahunya dengan nyata ketika aku terjatuh, aku mulai merasakan kamu terlalu sibuk dengan duniamu. Aku selalu berfikir, 'lalu, buat apa ada aku sekarang padahal aku tidak ada di rencana hidupmu ?'

Sungguh rindu ini seperti tak ada ujungnya, mulai membuatku tak bisa menangkap dimana aku dimata kamu, dimana aku di masa depanmu, aku terlampau rindu, hingga kutulikan telingaku ketika kamu mengucap rindu setiap malam, kubutakan mataku untuk mengeja satu persatu kata-kata rindu di setiap pesanmu, aku hanya menganggap itu sebuah formalitasmu sebagai kekasihku.

Aku gila karena rinduku, mulai terbesit di fikiranku aku ingin menyudahi semuanya, aku ingin ada kekasih yang nyata untukku, yang bisa mempersembahkan senyum termanisnya untukku setiap harinya. Namun akhirnya aku sadar, aku egois, aku yang tak pernah menyadari betapa indah aku di hidupmu, hingga kamu rela memperjuangkan semuanya hanya demi membahagiakan aku nantinya.  

Oh.. aku akan behenti berimajinasi untuk menganggap kamu nyata disini, karena kamu selalu ada, kamu ada disampingku dengan doamu, kamu ada memapahku ketika aku terjatuh dengan doamu, karena aku yakin ada aku di dalam setiap doamu.

Aku tak ingin menulikan telingaku, tak ingin membutakan mataku lagi, aku ada dalam rencana hidupmu, ada rindu di setiap sibukmu, meskipun itu hanya terlukiskan dalam kata setiap harinya, bukan genggaman nyata.

"Udah makan sayang ? udah sholat ? "

Terimakasih kekasih masa kecilku, sekarang, dan masa depanku A.Muda Salendra :)

Jumat, 14 Oktober 2011

Tidak semua orang bisa merasakan bagaimana permainan musik kerinduan dari rintik hujan :')

   Hujan yang menghantarnya datang, dan hujan pula yang membawanya pergi. Awalnya, hujan tak memberiku makna apapun sebelum hujan menari bak penari ronggeng yang menarik "dia" ke dalam hidupku. Kami tak pernah sibuk berjanji untuk bersama saat hujan, namun ntah mengapa hujan selalu ada saat kita bersama saat itu. Kita berpeluk di saat hujan deras menari dengan indahnya. Hangatnya pelukan mulai terasa, menusuk hangat, sangat hangat. Namun, ketika pelukanku ku eratkan, hujan menariknya kuat-kuat melepaskan pelukannya untukku, ironis. 
   Aku menangis, hingga gila, aku menangis hingga butiran air mata tak sanggup lagi menetes. Aku diam, dan ketika hujan kembali datang, aku berteriak, hingga aku lelah menyebut namanya dalam derasnya hujan. Hujan benar-benar membawanya pergi , jauh, sangat jauh, bahkan hingga senyum ku pun tak sanggup lagi menjangkau langkahnya. 
   Bagaimana aku merindukan pertemuan sedangkan dia tak ingin adanya pertemuan ?, sungguh melihatnya, bahkan melihat punggungnya saja sudah membuatku salah tingkah, membuatku senyum seharian. Aku yang tolol, yang tak pernah memulai pembicaraan saat melihatnya, bahkan malah diam membisu saat mata kita bertatap penuh harap. 
   Sungguh aku merindunya, rindu bagaimana dia menatapku tajam, rindu bagaimana dia bercerita panjang lebar tentang kisah hidupnya, rindu bagaimana dia mencium keningku penuh kasih, rindu bagaimana dia mengecup bibirku pelan, rindu bagaimana dia memanggilku "sayang" (hal yang sangat jarang dia lakukan), rindu bagaimana dia mencolek daguku saat dia mulai menggodaku, rindu senyumnya yang paling manis saat dia berhasil mengejekku,, aku rindu. meskipun rindu itu hanya aku yang merasa. Meskipun ketika rindu aku hanya mampu menggenggam erat sebuah kalung yang melingkar indah di leherku. Aku butuh hujan, aku ingin hujan, hujan yang deras, hingga dia tau bagaimana derasnya rinduku, bagaimana aku ingin segera sanggup menari dalam hujan, silahkan kalian berkata aku gila, karena....
Tidak semua orang bisa merasakan bagaimana permainan musik kerinduan dari rintik hujan :')

Rabu, 27 Juli 2011

Tuhan yang lebih tau :)

well, mungkin ini hanya sebentuk ungkapan terimakasih untuk orang-orang yang pernah sejenak berdiri disamping saya, mencoba membangkitkan saya dari keterpurukan, meskipun akhirnya menjatuhkan saya (lagi), #hahaha,, saya kadang geli melihat nasib saya :)
dari yang mulai datang tiba-tiba, kemudian mulai sedikit perduli dengan kondisi saya, kemudian mulai memberi perhatian lebih, membuat saya sangat suka, sangat bahagia, namun pada akhirnya saya jatuh (lagi). nice :)

Tetapi, saya bangga dengan hidup saya, karena saya yakin Tuhan mempunyai rencana yang luar biasa, melebihi apa yang saya rencanakan..
"memaafkan itu adalah memberikan sedikit ruang pada rasa benci"
sungguh, belajar ikhlas itu sangat, teramat susah.. bagaimana mungkin itu mudah ketika "suatu hal" yang membuat kita bahagia hilang dari pandangan kita, dari genggaman kita ?
namun saya telah berkali-kali melewati masa-masa sulit ini, dan alhamdulillah, Tuhan selalu menyediakan sandaran bagi saya untuk meluapkan tangis yang sungguh menyesakkan dada,,

Berkali-kali kehilangan orang-orang yang penting dalam hidup saya, membuat saya tau apa pentingnya "menghargai" perasaan orang lain, saya tak ingin menyakiti orang lain dengan perkataan saya, karena meskipun mereka peduli, mereka bisa saja pergi dari hidup saya,,
saya belajar baik-baik tentang ini, hingga akhirnya saya berhasil menjadi pribadi yang selalu berusaha mengerti orang lain, selalu berusaha memposisikan diri saya sesuai dengan porsi saya,,
namun tetap, saya belumlah menjadi orang yang baik, karena pada kenyataannya, "dia" "dia" "dia" yang telah menjamah hidup saya sedikit demi sedikit masih saja pergi meninggalkan saya, berarti pasti ada yang salah dengan saya :)

yang saya percaya sampai saat ini adalah bahwa,
"Ketika Tuhan mengambil sesuatu dari kita, bukan berarti Tuhan sedang menghukum kita, hanya saja Tuhan membuka tangan kita untuk menerima yang lebih baik"

Sehingga memaafkan dan ikhlas lebih membantu saya untuk menghargai apa yang Tuhan kasih untuk saya ,, terimakasih Tuhan...

Selasa, 05 Juli 2011

"UNTUKMU"

Angga
 Hari ini ada email masuk dari teman saya "Angga Jatmika", dan inilah emailnya :

Musik : Bm  F# Em A D-A-Bm-A-G ....F#  2x

Bm             F#    Bm             F#
Masih ku ingat , Masih ku kenang
Em                         A
Kau genggam tanganku
D            A        Bm        A                             G
Kau nyatakan cintamu , dengan kesungguhanmu
               F#
Oh.. Indahnya

Bm               F#    Bm              F#
Hari-hari kulalui, indah bersamamu
Em                      A
Masih kah kau ingat ,
D                  A        Bm           A           G
Kau tersenyum melihatku, terbangkan jiwaku
             F#
I love you....

Reff:
A                Bm   G                 F#
Ku mencintaimu, ku menyayangimu
A            Bm   G                    F#
Inilah caraku, Akulah kekasihmu..

Musik : Bm  F# Em A D-A-Bm-A-G ....F#  2x

Bm                            F#    Bm             F#
Mungkinku tak sempurna, Tak seperti dia
Em                     A
Namun ku berusaha
D                A        Bm        A             G
Menjadi yang kau mau, sempurna untukmu
            F#
Untukmu...

Bm         F# Bm              F#
Oh..cintaku, kuingin kau tau
Em                    A
Ku slalu menantimu,
D        A            Bm        A            G
Setia dengan cintamu, Sepenuh Hatiku
            F#
I miss you

“ Kembali ke reff
Musik : Bm  F# Em A D-A-Bm-A-G ....F#  2x


Bm                   F#    Bm      F#
Andainya Kau tau, satu pintaku
Em                         A
Ku ingin kau melihatku
D                 A       Bm   A     G
Ingin kau bahagia , Bersamaku
            F#
Bersamaku....


Reff ending:
A                Bm   G                    F#
Ku mencintaimu ,Ku menyayangimu
A            Bm    G            F#
Inilah caraku, Inilah cintaku

A           Bm   G               F#
Mengertilah, Aku bukan dia
A               Bm     G                F#
Aku kekasihmu , Aku kekasihmu


Musik : Bm  F# Em A D-A-Bm-A-G ....F#  2x


Terimakasih untuk teman baik saya, teman masa kecil saya "Angga Jatmika" yang telah menjadikan kisah saya sebagai inspirasinya untuk membuat lagu :)

Senin, 04 Juli 2011

Terimakasih :')


Tulisan ini aku dedikasikan buat seseorang yang "pernah" ada disini, bersamaku..
Pernah tertawa bersamaku, Pernah menggenggam erat tanganku, pernah mengenalkanku kepada hujan hingga aku begitu mencintai hujan, bahkan pernah marah padaku,,
Dia yang ku panggil dengan sebutan “abang”...
meskipun tak tahu bagaimana kabar dia sekarang, tersenyum pun tak pernah lagi, bahkan aku sadar bahwa mengenalku tak berarti apapun buat dia, tapi disini aku hanya ingin mengucapkan terimakasih :

“Terimakasih bang, sudah menyempatkan diri memberi warna di hidup dde "saat itu," terimakasih sempat membuat dde tersenyum, tertawa, bahkan menangis berhari-hari buat abang,,terimakasih juga pernah mengenalkan dde rasa sakit,
 tapi setidaknya dari mengenal abang membuat dde lebih dewasa,, terimakasih buat semuanya bang, terimakasih buat 3 April, buat mawar putih yang sekarang sudah berubah menjadi coklat, buat benda yg berwarna “hijau” ini, buat semua hal yg pernah abang lakuin ke dde, terimakasih bang”