dari yang mulai datang tiba-tiba, kemudian mulai sedikit perduli dengan kondisi saya, kemudian mulai memberi perhatian lebih, membuat saya sangat suka, sangat bahagia, namun pada akhirnya saya jatuh (lagi). nice :)
Tetapi, saya bangga dengan hidup saya, karena saya yakin Tuhan mempunyai rencana yang luar biasa, melebihi apa yang saya rencanakan..
"memaafkan itu adalah memberikan sedikit ruang pada rasa benci"
sungguh, belajar ikhlas itu sangat, teramat susah.. bagaimana mungkin itu mudah ketika "suatu hal" yang membuat kita bahagia hilang dari pandangan kita, dari genggaman kita ?namun saya telah berkali-kali melewati masa-masa sulit ini, dan alhamdulillah, Tuhan selalu menyediakan sandaran bagi saya untuk meluapkan tangis yang sungguh menyesakkan dada,,
Berkali-kali kehilangan orang-orang yang penting dalam hidup saya, membuat saya tau apa pentingnya "menghargai" perasaan orang lain, saya tak ingin menyakiti orang lain dengan perkataan saya, karena meskipun mereka peduli, mereka bisa saja pergi dari hidup saya,,
saya belajar baik-baik tentang ini, hingga akhirnya saya berhasil menjadi pribadi yang selalu berusaha mengerti orang lain, selalu berusaha memposisikan diri saya sesuai dengan porsi saya,,
namun tetap, saya belumlah menjadi orang yang baik, karena pada kenyataannya, "dia" "dia" "dia" yang telah menjamah hidup saya sedikit demi sedikit masih saja pergi meninggalkan saya, berarti pasti ada yang salah dengan saya :)
yang saya percaya sampai saat ini adalah bahwa,
"Ketika Tuhan mengambil sesuatu dari kita, bukan berarti Tuhan sedang menghukum kita, hanya saja Tuhan membuka tangan kita untuk menerima yang lebih baik"
Sehingga memaafkan dan ikhlas lebih membantu saya untuk menghargai apa yang Tuhan kasih untuk saya ,, terimakasih Tuhan...
