hai, kamu lelaki pemalu yang datang di bulan Mei 2007,
Masih ingatkah kamu bagaimana kamu berteriak sayang di senja kala itu ? masih ingatkah kamu bagaimana pemalunya kamu hanya untuk berusaha mengucap kata cinta saat itu ?. Ternyata itu sudah 5 tahun silam ya, tetapi sungguh hebatnya dirimu bahwa cerita itu tak pernah menjadi potongan-potongan di hatimu. Entah bagaimana caranya kamu menjaga setiap jengkal dari cerita kita, hingga tak pernah terlupa secuil pun olehmu.
hai, kamu lelaki tampan yang tak punya bulu kaki
Masih ingatkah kamu betapa kagetnya aku ketika melihatmu wudhu dan kakimu sama sekali tak berbulu ? oh, sungguh, itu lebih bagus dari kakiku tampan. Bagaimana bisa disebut lelaki ketika dia tak punya bulu kaki ?,maaf, itu hanya pemikiran tolol yang sekilas terlintas di otakku kala itu. Kamu benar-benar lelaki, kamu kekasih pertama yang menjadi imam dalam sholatku, bahkan kamu yang mengajariku saat aku salah menempatkan diriku sebagai makmummu. Bukankah itu benar ?
hai, kamu lelaki pendengar ceritaku
Masih ingatkah kamu bagaimana aku bercerita tanpa henti ? ah, mengapa kamu tak pernah berkata bosan mendengar cerita-ceritaku ? Atau aku yang terlalu memaksamu mendengarkan cerita-ceritaku ? maaf, sungguh bodohnya aku, mengapa aku tak pernah berfikir bahwa kamu bisa bosan dengan semua cerita-ceritaku yang sering kuulang.
hai, kamu lelaki yang tak pernah membentakku
Masih ingatkah kamu bagaimana aku yang suka diperhatikan lelaki-lelaki lain saat itu ? masih ingatkah kamu bagaimana aku yang sibuk memainkan hand phone ku saat bersamamu hanya untuk laki-laki lain ? bahkan, masih ingatkah kamu bahwa aku pernah tiga kali meninggalkanmu hanya untuk laki-laki lain ?. Aku menyadari, aku adalah terdakwa dalam tangismu saat itu. Dan masih menganga kenangan itu,tanpa membentakku, kamu memilih berhenti menjadi aktor dalam cerita hidupku, namun pedulimu tak pernah berhenti. Masih ingatkah kamu yang sangat mengkhawatirkanku saat aku kecelakaan ?
hai, kamu lelaki penyabar yang mencintai wanita pemarah
Masih ingatkah kamu aku sering mengucap kata putus saat kamu meninggalkanku tidur ? masih ingatkah kamu bagaimana marahnya aku saat kamu memboncengkan wanita lain hanya dalam jarak beberapa meter ? masih ingatkah kamu bagaimana marahnya aku ketika kamu mulai mengusik masalah pakaianku ? bahkan, masih ingatkah kamu betapa marahnya aku karena kamu terlalu penyabar ?. Aku tak mengerti, bahkan sampai saat ini, mengapa kamu mencintai wanita pemarah sepertiku ?
hai, kamu lelaki pecinta wanita pelupa
Masih ingatkah kamu, kamu sering bertanya padaku "kamu masih ingat kan kita dulu , bla..bla..bla .. ?" dan dengan santai aku jawab "enggak, emang iya ?" . Maaf hingga memaksamu mencintai wanita pelupa sepertiku, hingga banyak yang kulupa tentang cerita-cerita kita. Bagaimana jika kamu menuliskan semua tentang kita beberapa tahun silam ? supaya aku bisa membacanya setiap hari, kupastikan aku tak akan lupa lagi.
hai, kamu lelaki masa laluku, masa sekarang, dan masa depanku
Masih ingatkah berapa kali kita dipisahkan? itu semua murni ketololanku, mungkin setan sedang mengeroyokku saat itu, hingga aku memilih berkali-kali menjadikanmu masa laluku. Tapi lihat, sekarang aku telah kembali bukan ? meskipun dengan kondisi yang sangat berbeda, tapi maaf, tetap pemarah seperti dulu. Dan masihkah kamu ingin berdebat denganku umur berapa kita akan menikah? bukankah aku ingin menikah saat aku berumur 25 tahun ? tapi selalu saja itu kamu anggap terlalu tua, bagaimana kalau 23 tahun ? setuju ?. Tapi untuk kali ini, kita harus sejalan, kita akan punya anak tiga kan ? bagaimana kalau dua anak cowok? ah, betapa tak ada lelahnya setiap cerita denganmu tentang bagaimana masa depan kita.
Kutuliskan sebagian tentang istimewanya dirimu kekasihku, tetapi pasti ada yang aku lupa, tolong ingatkan aku lagi, mungkin aku belum bisa membuka semua mataku, bahwa aku memiliki lelaki seistimewa dirimu.
Terimakasih, kekasihku yang sabar, kekasih yang malu hanya untuk memegang tanganku, kekasih yang tak tahu bagaimana cara menciumku, kekasih yang tak pernah berusaha melihat wanita lain, selain diriku.
"Terimakasih buat semuanya A.Muda Salendra, Aku mencintaimu"
so sweet
BalasHapusthanks yak :)
Hapus